November 28, 2019

BATARA SURYA

Kau tau? Tadi, saat melihatmu di lobby, ada inginku untuk langsung menghampiri lantas menangis dipelukanmu. Ada keberanian dan hasrat. Keberanian yang dimiliki Srikandi di dalam peperangan saat menghabisi musuh-musuhnya, dan hasrat yang menggebu yang dimiliki Dewi Drupadi kala berpoliandri dengan para Pandawa. Tapi apa daya? aku hanya perempuan Sunda yang katanya harus bisa menjaga etika dan adat yang harus diadatkan. Harus berprilaku layaknya Dewi Subadra yang lemah lembut, namun bisa menundukan hati Arjuna. Maka……. ahirnya aku hanya tertunduk malu. Keberanian dan hasrat itupun aku kubur dalam-dalam. Meskipun aku tau, kau pun memiliki ingin yang sama, tergambar dari bahasa tubuhmu dan caramu memandang.

Setelah kau duduk di depanku, lantas kita bicara basa-basi tanpa arti. Dengan sedikit malu, perlahan aku mencuri pandang melihat wajahmu. Saat itu, aku seperti melihat Siwa, tapi tidak melihat mata ketiga di keningmu. Aku seperti melihat Indra tapi matamu tidak seribu. Aku seperti melihat wishnu, tapi tanganmu hanya dua… Aku bingung, sebenarnya siapa gerangan yang berreinkarnasi menjadi dirimu? Apa mungkin kau merupakan jelmaan dari Batara Surya, dewa dari semua dewa yang memiliki kemampuan dan kharisma luar biasa? Namun mengapa teratai dan cahaya biru tidak nampak mengelilimu?

Ah… Sudahlah, mari kita lupakan dulu tradisi orang timur, dan semua adat yang katanya harus diadatkan oleh kaum perempuan. Sejenak aku tergila-gila….

Katanya, di diunia ini banyak orang pacaran, seabrek orang menikah, tapi hanya segelintir orang yang jatuh cinta. Maka, maukah kau jatuh cinta lagi bersamaku?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *